Perkuat Reputasi di Era Digital, Humas STIE Y.A.I Hadiri Rakor Humas dan Protokol LLDikti Wilayah III
JAKARTA – Humas STIE Y.A.I turut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Humas dan Protokol LLDikti Wilayah III Tahun 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (17/6). Kegiatan ini menjadi forum penting bagi penguatan kapasitas humas perguruan tinggi swasta (PTS) dalam membangun reputasi institusi di era digital.
Acara yang mempertemukan para Kepala Humas PTS se-DKI Jakarta ini difokuskan pada penguatan koordinasi, penyamaan persepsi kebijakan, serta standardisasi keprotokolan dan kehumasan guna mendongkrak reputasi perguruan tinggi di mata publik.
Dalam sambutan pembukanya, Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma'mun Murod, M.Si., menekankan pentingnya standardisasi umum dalam bidang keprotokolan tanpa harus menggerus kearifan lokal masing-masing kampus. Menurutnya, tata kelola protokoler yang tertib merupakan cerminan langsung dari kualitas manajemen suatu universitas.
"Wajah kampus itu setidaknya terlihat dari protokolernya. Kita bisa menilai sebuah kampus; kalau protokolernya tertib, maka kampusnya pun tertib," ujar Prof. Ma'mun.
Beliau juga menyambut baik kolaborasi bersama LLDikti Wilayah III dan berharap seluruh peserta rakor dapat memetik manfaat maksimal demi kemajuan kampus masing-masing.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henry Togar Hasiholan Tambunan, S.T., M.A., dalam arahan sekaligus sambutannya menegaskan bahwa Humas memiliki peran vital sebagai ujung tombak institusi. Bagus tidaknya program suatu kampus tidak akan dikenal luas jika Humas tidak bekerja secara maksimal.
Dr. Henry menyoroti tantangan Humas kampus saat ini yang sering kali terjebak dalam pola pemberitaan yang terlalu formal dan seremonial. Berdasarkan hasil benchmarking LLDikti Wilayah III dengan berbagai media massa nasional, publik lebih tertarik pada dampak nyata suatu kegiatan dibanding prosesi seremoninya.
"Jangan hanya fokus pada aspek seremonial. Tonjolkan intisari kegiatan dan apa manfaat yang didapat oleh mahasiswa, dosen, atau masyarakat," tegas Dr. Henry.
Beliau juga mendorong Humas PTS untuk lebih gencar mengemas capaian positif kampus (good news), seperti program internasionalisasi serta hilirisasi riset dosen, agar disampaikan menggunakan bahasa populer yang renyah dan mudah dicerna oleh masyarakat umum.
Menanggapi dinamika media sosial di era digital, Dr. Henry mengingatkan para pengelola Humas untuk tidak alergi terhadap komentar negatif netizen. Kritik digital harus dipilah secara bijak dan dijadikan bahan evaluasi yang konstruktif untuk perbaikan pelayanan prima.
Melalui keikutsertaan dalam Rakor Humas dan Protokol LLDikti Wilayah III ini, Humas STIE Y.A.I bersama PTS lainnya berkesempatan mendalami berbagai materi krusial, mulai dari manajemen krisis, pembangunan reputasi institusi yang berkelanjutan, penguatan pilar pelayanan prima, hingga sesi berbagi praktik baik (best practices). Forum ini diharapkan mampu mendorong STIE Y.A.I dan seluruh perguruan tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III untuk terus maju bersama dalam meningkatkan mutu publikasi dan reputasi pendidikan tinggi di Indonesia.

English